Sabtu, 19 Juli 2014

Semua Akan Indah Pada Waktunya





Sabar, semua akan indah pada waktunya, banyak orang bilang demikian. Namun, mengapa aku merasa lelah dengan kesabaranku selama ini. Apa mungkin aku terlalu menggebu-gebu untuk menemukan belahan jiwa yang aku anggap mampu menciptakan kebahagiaan yang akhirnya mengukir luka dan air mata. Kapan keindahan itu akan hadir? Atau aku yang kurang bersabar untuk menanti keindahan itu. Lalu sabar seperti apa lagi yang harus aku lakukan? Sabar seperti apa yang harus aku ciptakan? bukankah sudah banyak luka yang ditorehkan dihatiku, bahkan membuatku mati rasa dengan semua yang terjadi. Hatiku penuh luka, goresan, namun itu pula yang menguatkanku. Aku hanya perlu berpikir positif dengan kesabaranku, bukankah Tuhan telah menulis skenario yang indah dengan aku sebagai pemerannya. Lalu apa lagi yang harus aku ragukan? Bukankah sudah pasti akan berakhir indah dan bahagia. 

Aku hanya perlu belajar untuk jauh lebih sabar dalam menanti meski banyak yang hadir lalu pergi tanpa sempat untuk aku miliki. Meski tetap mengukir lara bahkan dengan tetesan air mata. Bukankah akan hadir seseorang yang mampu menjaga hatiku, menciptakan kebahagiaan tanpa harus melukai. Aku hanya perlu bersabar untuk menunggu, berusaha dan berdoa. Tuhan hanya tidak mengizinkan aku untuk terluka lebih lama, menghabiskan waktu dengan orang yang salah. Memberiku waktu dan kesempatan untukku memantas diri hingga hadir seseorang yang tepat dan memang pantas untuk bersanding denganku dan tumbuh bersama, yang menerimaku dan siap melengkapi segala kekuranganku tanpa menuntut kesempurnaan. Bukankah itu rencana Tuhan, menghadirkan hati dan cinta yang tepat diwaktu yang tepat pula. Disaat hatiku dan hatinya memang pantas untuk bersama.

Aku yang masih dalam proses bersabar, semoga demikian denganmu. Hingga kita mampu bersama tanpa perlu memaksakan waktu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar