Sabar, semua akan indah pada waktunya, banyak orang bilang demikian. Namun,
mengapa aku merasa lelah dengan kesabaranku selama ini. Apa mungkin aku terlalu
menggebu-gebu untuk menemukan belahan jiwa yang aku anggap mampu menciptakan
kebahagiaan yang akhirnya mengukir luka dan air mata. Kapan keindahan itu akan
hadir? Atau aku yang kurang bersabar untuk menanti keindahan itu. Lalu sabar
seperti apa lagi yang harus aku lakukan? Sabar seperti apa yang harus aku
ciptakan? bukankah sudah banyak luka yang ditorehkan dihatiku, bahkan membuatku
mati rasa dengan semua yang terjadi. Hatiku penuh luka, goresan, namun itu pula yang
menguatkanku. Aku hanya perlu berpikir positif dengan kesabaranku, bukankah
Tuhan telah menulis skenario yang indah dengan aku sebagai pemerannya. Lalu apa
lagi yang harus aku ragukan? Bukankah sudah pasti akan berakhir indah dan
bahagia.
Aku hanya perlu belajar untuk jauh lebih sabar dalam menanti meski banyak yang hadir lalu
pergi tanpa sempat untuk aku miliki. Meski tetap mengukir lara
bahkan dengan tetesan air mata. Bukankah akan hadir seseorang yang mampu
menjaga hatiku, menciptakan kebahagiaan tanpa harus melukai. Aku hanya perlu
bersabar untuk menunggu, berusaha dan berdoa. Tuhan hanya tidak mengizinkan aku
untuk terluka lebih lama, menghabiskan waktu dengan orang yang salah. Memberiku
waktu dan kesempatan untukku memantas diri hingga hadir seseorang yang tepat dan memang pantas untuk
bersanding denganku dan tumbuh bersama, yang menerimaku dan siap melengkapi
segala kekuranganku tanpa menuntut kesempurnaan. Bukankah itu rencana Tuhan,
menghadirkan hati dan cinta yang tepat diwaktu yang tepat pula. Disaat hatiku
dan hatinya memang pantas untuk bersama.
Aku yang masih dalam proses bersabar,
semoga demikian denganmu. Hingga kita mampu bersama tanpa perlu memaksakan
waktu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar