Rabu, 23 Juli 2014

I love you, but, I’m sorry............



Aku selalu menikmati setiap waktu yang kuhabiskan bersamamu, terlewati bersamamu. Candamu yang menggelitik selalu mengisi hari-hariku. Meski semua terasa sederhana, namun ini kebahagiaan yang sempurna. Memilikimu sebagai seseorang yang mampu menerima setiap kekuranganku, melengkapi kelemahanku, melangkah bersama tanpa harus menunjukkan siapa yang jauh lebih sempurna. Selalu ada disisi dalam suka dan duka, dalam tawa dan air mata. Memiliki bukan tentang rupawan dan penampilan, namun ini tentang kenyamanan dan rasa aman. Tak ada yang perlu dipaksakan untuk menciptakan kebahagiaan karena ketika saling memiliki dan mencintai, ketulusanlah yang akan membawa menuju kebahagiaan. Ya, itu kutemukan dalam dirimu, dalam hadirmu, yang mampu membuatku menjadi apa adanya aku tanpa melebih-lebihkan sedikitpun. Selalu terselip rindu ketika mata tak saling beradu. Karena itu cinta, iya, ketika sedikit sentuhan membuat aman, ketika tatapan mata membuat hati bergetar saat itulah kurasa cinta. Meninggalkan jejak, memberi kenangan dan menguatkan.



Namun hati ini tak mampu kuberikan sepenuhnya, kuberikan separuh hatiku dipertama kali kita merajut kebahagiaan dan separuhnya seiring berjalannya waktu. Aku pernah terluka dan tak ingin kembali merasakannya. Meski sebenarnya ingin sepenuh hati ini kuberikan, namun aku ingat bahwa aku pernah gagal dalam menjaga hati. Bukan berarti aku takut dalam melangkah untuk kembali melabuhkan hati, aku hanya lebih berhati-hati. Tak berarti pula aku mempermainkan hati yang telah ikhlas dan tulus untuk menyayangiku, hanya saja aku belajar untuk menahan seluruh perasaanku. Aku perlu belajar dan memahami seiring berjalannya waktu lalu membiarkan rasa ini tumbuh dengan sendirinya tanpa perlu aku paksakan.



Untuk kamu penjaga hatiku, yang telah tulus dan ikhlas menjaga hatiku. Biarkan aku menjaga dan terus mengembangkan apa yang telah bertahta dihatiku seiring berjalannya waktu. Karena di dalam hati ini telah bertahta hadirmu dan dalam pikirku hanya ada bayangmu. Tanpa terus memaksakan keadaan dan membiarkan semua indah pada waktunya. Bersabarlah sayang, hati ini akan tetap untukmu.



Aku yang selalu belajar untuk mencintai sama halnya denganmu, hingga tiada luka yang terukir dan hanya kebahagiaan yang tergambar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar