Minggu, 13 Juli 2014

Pahlawan Masa Lalu

Kamu hadir sebagai pahlawan atas luka masa laluku. Menyembuhkanku dengan waktu yang singkat. Hingga seluruh perasaanku bermuara padamu. Mencintaimu sepenuh dan setulus hati. Menjaga satu nama yang tak pernah ingin kuingkari, yang selalu ingin kujaga semampuku hingga waktu yang mengakhiri. Iya, cuma dan hanya kamu. Bahkan dalam doa selalu kuselipkan namamu.

Namun entah mengapa kau kembali menggores luka yang sama. Menjadi dingin, angkuh tanpa pernah peduli terhadap perasaanku. Mengapa pula aku masih bertahan? Karena cinta ini? Iya, karena dihatiku masih jelas terukir namamu, dalam pikirku masih jelas tergambar bayangmu. Perjalanan kita singkat, namun mengapa aku tetap merasakan terluka karena kehilangan. Ditinggal pas lagi sayang-sayangnya, sakit? Iya sakit. Ketika luka telah singgah, mengapa aku tetap bertahan?. Karena aku percaya takkan ada pengorbanan dan ketulusan yang berakhir sia-sia.

Jika harus menilik waktu yang telah lalu. Kau tahu bagaimana kita melalui semua waktu bersama. Tawa dan canda, usapan lembut jemarimu di kepalaku, senyummu yang khas, aroma parfummu dan semua tentangmu tak pernah kulupa. Bahkan jalan yang selalu kita lalui tetap menjadi kenangan yang enggan untuk aku lupakan. Meski aku tahu akan percuma mengenang luka, tapi rasa sayangku yang menginginkan semua untuk tetap terkenang. Dan hingga saat ini, hatiku tetap mengharap satu nama, kamu untuk selamanya.


pengharapmu yang tak pernah kau pedulikan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar