Aku selalu menikmati setiap waktu yang kuhabiskan bersamamu, terlewati
bersamamu. Candamu yang menggelitik selalu mengisi hari-hariku. Meski semua
terasa sederhana, namun ini kebahagiaan yang sempurna. Memilikimu sebagai
seseorang yang mampu menerima setiap kekuranganku, melengkapi kelemahanku,
melangkah bersama tanpa harus menunjukkan siapa yang jauh lebih sempurna.
Selalu ada disisi dalam suka dan duka, dalam tawa dan air mata. Memiliki bukan
tentang rupawan dan penampilan, namun ini tentang kenyamanan dan rasa aman. Tak
ada yang perlu dipaksakan untuk menciptakan kebahagiaan karena ketika saling
memiliki dan mencintai, ketulusanlah yang akan membawa menuju kebahagiaan. Ya,
itu kutemukan dalam dirimu, dalam hadirmu, yang mampu membuatku menjadi apa
adanya aku tanpa melebih-lebihkan sedikitpun. Selalu terselip rindu ketika mata
tak saling beradu. Karena itu cinta, iya, ketika sedikit sentuhan membuat aman, ketika tatapan mata membuat hati bergetar
saat itulah kurasa cinta. Meninggalkan
jejak, memberi kenangan dan menguatkan.
Namun hati ini tak mampu kuberikan sepenuhnya, kuberikan separuh hatiku
dipertama kali kita merajut kebahagiaan dan separuhnya seiring berjalannya
waktu. Aku pernah terluka dan tak ingin kembali merasakannya. Meski sebenarnya
ingin sepenuh hati ini kuberikan, namun aku ingat bahwa aku pernah gagal dalam
menjaga hati. Bukan berarti aku takut dalam melangkah untuk kembali melabuhkan
hati, aku hanya lebih berhati-hati. Tak berarti pula aku mempermainkan hati
yang telah ikhlas dan tulus untuk menyayangiku, hanya saja aku belajar untuk
menahan seluruh perasaanku. Aku perlu belajar dan memahami seiring berjalannya
waktu lalu membiarkan rasa ini tumbuh dengan sendirinya tanpa perlu aku
paksakan.
Untuk kamu penjaga hatiku, yang telah tulus dan ikhlas menjaga hatiku. Biarkan
aku menjaga dan terus mengembangkan apa yang telah bertahta dihatiku seiring
berjalannya waktu. Karena di dalam hati ini telah bertahta hadirmu dan dalam
pikirku hanya ada bayangmu. Tanpa terus memaksakan keadaan dan membiarkan semua
indah pada waktunya. Bersabarlah sayang, hati ini akan tetap untukmu.
Aku yang selalu belajar untuk mencintai
sama halnya denganmu, hingga tiada luka yang terukir dan hanya kebahagiaan yang
tergambar